Tampilkan postingan dengan label APA ITU PROPOLIS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label APA ITU PROPOLIS. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 September 2011

APA ITU PROPOLIS PLATINUM


Propolis Platinum merupakan propolis cair tanpa kandungan alkohol yang berasal dari negara Brazil dan dikenal sebagai propolis hijau terbaik yang dihasilkan di dunia. Propolis mengandung flavonoid dengan kadar tinggi, yang membantu meningkatkan sistem imun. Penurunan sistem imun menyebabkan tubuh mudah terserang penyakit. Pengunaan Propolis Platinum secara teratur akan membantu meningkatkan sistem imun. Flavonoid merupakan komponen tumbuhan yang memiliki sifat sebagai bahan-bahan antijamur, antibakteri, antivirus, antioksidan dan anti-inflamasi dengan berkualitas tinggi. Bisa digunakan untuk pengobatan diabetes melitus,stroke, hepatitis,kanker, hipertensi, tuberkulosis, batu ginjal, hiv / aids.
=======
Bisa dibeli online di www.binmuhsingroup.com.
UNTUK PEMESANAN HUBUNGI BIN MUHSIN
HP: 085227044550 Tlp: 021-91913103 SMS ONLY: 081213143797
@MyYM @MyFacebook @MyTwitter @MyYuwie @MyFriendster binmuhsin_group@yahoo.co.id
=======

Obat alami menakjubkan dari lebah

Penemuan propolis merupakan penemuan penting dalam pencarian manusia menjadi suatu obat alami yang dapat melawan virus, meredakan dan menyembuhkan tukak usus. Propolis adalah antibiotik alami dari yang menolong melawan penyakit dari dalam tubuh. Propolis juga membantu melawan radikal bebas (free radicals) yang dapat menyebabkan kanker. Saat ini propolis sudah dikenal luas sebagai antibiotik alami yang mampu membantu penyembuhan selesma, artitis, hingga cedera akibat radiasi. Propolis lebih dari sekedar. antibiotik dan obat ajaib.

Propolis merupakan sumber nutrisi sempuna dan suplemen yang lengkap dengan potensi tak terbatas.

Apakah propolis? Bagaimana proses terjadinya? Apakah memiliki manfaat bagi tubuh manusia? Marilah kita bersama sama mengkaji dan mempelajari bahan yang hebat ini.

Propolis lebah adalah bahan resin (damar) yang dikumpulkan oleh lebah dari pucuk muda dan kulit pepohonan terutama pohon poplar.

Propolis telah ada sejak 45 juta tahun lalu dan baru baru ini ditemukan kembali tentang kehebatannya sebagai penyembuh penyakit.

Propolis ialah bahan yang lengket dari tumbuh-tumbuhan, Lebah menggunakan bahan ini untuk nenutupi lubang atau celah dalam sarang mereka. Propolis juga digunakan untuk menambal lubang pada sarang mereka. Propolis merupakan "semen asli" atau "Bahan bangunan" yang memberikan perlindungan kepada lebah dari kontaminasi luar sewaktu lebah tinggal dalam sarang mereka,

Sumber perlindungan swadaya.

Bagi Lebah, propolis adalah sumber utama perlindungan, Lebah menggunakan propolis untuk menutupi lubang-lubang dalam sarang mereka supaya terhindar dari hawa dingln dan hujan. Lebah juga menggunakan propolis untuk menciptakan lorong-lorong sulit dalam sarang untuk menghindari pemangsa. Lorong ini diciptakan sedemikian rupa sehingga hanya diperlukan sedikit lebah untuk menjaga pintu masuk ke sarang.

Lebah-lebah ini melapisi seluruh permukaan sarang, melincinkannya supaya sayap mereka tidak rusak oleh bahan tajam dalam sarang.

Penggunaan Propolis sebelum bertelur. Sebelum ratu lebah berterlur di dalam petak-petak sarang. Lebah terlebih dahulu membersihkan sarang petak-petak tersebut, dan kemudian melapis petak-petak tersebut dengan propolis dengan sangat tipis, Apabila sudah dipastikan steril, baru kemudian ratu lebah bertelur dalam petak tersebut.

Telah terbukti bahwa sarang lebah mempunyai lingkungan yang paling steril daiam alam satwa. Walaupun populasi hampir mencapai angka 100.000 lebah bagi setiap sarang, terdapat sedikit sekali bakteri karena di basmi oleh propolis. Propolis bekerja sebagai antiobiotik, melawan infeksi. Oleh sebab itu propolis dapat membantu melwawan ancaman microorganisme dan melawan infeksi pada manusia.

Arti Propolis. Propolis berasal dari bahasa Yunani, Pro (sebelum) Polis (tubuh). Nama ini digunakan sebagai maksud pertahanan tubuh.

Dwi-Fungsi. Propolis sebagai penutup dan penguat sarang lebah, Propolis melindungi lebah-iebah dari serangan bakteri dan virus.

Kedua, apabila propolis di dalam sarang berubah menjadi keras maka propolis akan mampu melindungi sarang terhadap ancaman musuh. Pintu masuk sarang lebah adalah jalan paling mudah untuk bakteri dan virus masuk. Dengan adanya propolis di ambang pintu ini, lebah yang masuk ke sarang terpaksa menembus propolis ini dan dengan itu secara alamiah lebah terhindar dari segala infeksi.

Bekerja sebagai penisilin alami.

Dapatkah propolis dianggap sebagai penisilin alami? Untuk memahami bagaimana propolis dapat bekerja sebagai antibiotik alami, coba fahami hal berikut: jika seekor tikus masuk ke dalam sarang lebah dan disengat hingga mati, ia akan berada di dalam sarang seterusnya karena lebah tidak dapat membuang bangkai tersebut. Untuk menghindari busuk lebah lebah melapisinya dengan propolis dan lapisan lilin, Dengan cara ini bangkai tikus tidak akan membusuk sekurang kurangnya selama 5 tahun.

Prinsip ini sedang dikaji oleh para ilmuwan sebagai cara untuk melawan infeksi bakteri dan virus. Dengan cara ini manusia berharap akan mampu mengisolir virus yang mengancam manusia dan kemudian dimusnahkan, Tidak seperti penisilin dan obat-obatan lain buatan manusia, propolis senantiasa bekerja karena bakteri dan virus tidak dapat menjadi resisten terhadap propolis.

PENYEMBUH SEJAK MASA LAMPAU

Propolis telah digunakan untuk merawat luka serta penyakit-penyakit akut, sejak ratusan tahun yang lalu, Hippocrates (460-377 SM-Bapak ilmu kedokteran). Menyarankan penggunaan propolis untuk menyembuhkan bengkak dan tukak,

Lebah-lebahyang menghasilkan propolis digambarkan pada cangkir dan piala mesir zaman dahulu kala. Gambaran lebah ini biasanya digunakan sebagai motif busana para raja, Orang Mesir abad lampau menggunakan propolis sebagai obat untuk berbagai penyakit. Menurut legenda, Jupiter dewa dalam mitologi Romawi, merubah Melissa menjadi lebah supaya dapat menghasilkan propolis untuk pengobatan.

PENGAKUAN ORANG ROMAWI. Pliny, cendikiawan romawi (23-79) dalam buku Natural History menyatakan banyak manfaat propolis bagi kesehatan, Pliny Menyatakan "para tenaga kesehatan masa kini menggunakan propolis sebagai obat karena ia mengeluarkan sengat serta segala macam racun yang tertanam dalam daging, mengurangi bengkak, melembutkan kapalan, melegakan nyeri pada otot dan menyembuhkan kudis yang sangat sukar untuk diobati"

PENEMUAN ORANG EROPA. John Gerard dalam buku herbalnya yang terkenal The History of Plants (1597), merujuk propolis sebagai "damar atau bahan lengket dari kuncup daun poplar hitam" yang memberikan efek penyembuhan cepat dan berkhasiat untuk berbagai masalah. Apothecaries (bapak ilmu Farmasi) pada zamannya menggunakan propolis sebagai bahan utama dalam pengobatan mereka.

MENGURANGI PEMBENGKAKAN.

Dalam bukunya yang terkenal Complete Herbal di bawah judul "The Poplar Tree" Nicholas Culpeper menyatakan "Pengobatan yang di beri nama propolis sangat baik untuk luka dan semua demam serta bengkak diseluruh bagian tubuh", Dalam buku Universal Herbal (1824), di bawah judul Populus nigra (sari Poplar Hitam), Green menyatakan: pucuk muda tumbuhan ini sangat bermanfaat untuk dijadikan obat bengkak yang parah dan menyakitkan, Kuncup pohon ini serta pohon poplar putih mengeluarkan aroma yang menyegarkan dalam musim bunga. Apabila diperas akan mengeluarkan bahan seperti resin yang lengket dan berbau “sedap",

"masukan sedikit campuran ini dalam rebusan untuk masalah luka dalam 1 dan masalah kulit dan dapat dikatakan untuk menghiIangkan masalah usus".

DUA PENELITI TENTANG PROPOLIS

Biasanya terdapat beberapa orang di belakang suatu hal besar, Dua peneliti ini adalah pelopor pengunaan propolis dalam masyarakat.

K. Lund AaGaard dari Denmark, Seorang Naturalis yang terkenal diseluruh Eropa, mendapat Julukan "Mr Propolis" karena telah bekerja selama lebih dari 20 tahun meneliti diseluruh dunia untuk mendapatkan propolis terbaik, Remy Chauvin, M.D., Dari Sorbonne Paris, setelah mendengar tentang apa yang dilakukan Dr. Aagaard kemudian merasa tertarik dan bersama sama berusaha menyebarakn informasi kepada masyarakat mengenai manfaat propolis.

Dr. Aagaard menemukan cara memproses propolis untuk memastikan kandungan propolis terhindardari bahan-bahan asing. Dengan cara itulah para pengguna propolis dijamin memperoleh propolis yang bersih, segar dengan kualitas terjamin,

Dr. Remi Chauvin menghabiskan banyak waktunya untuk membuat kajian tentang bahan ini, Beliau telah memaparkan penemuannya. Lebah lebah mengeluarkan dari tubuhnya bahan yang menyebabkan ia kebal terhadap setiap infeksi, Hal ini penting karena dalam sarang lebah terdapat lebih dari 50,000 ekor lebah. Dengan ini mereka harus senantiasa dalam keadaan sehat supaya penyakit tidak menyerang dan memusnahkan seluruh koloni lebah.

"Fakta menakjubkan ialah propolis memberikan khasiat 100% terhadap bakteri. Tidak ada antibiotik yang memiliki khasiat yang sama, Saya mengerti tentang kuasa "bee polle" dan memahami potensinya bagi manusia. Dengan usaha tak kenal lelah dari 2 peneliti ini, propolis kini mendapat Dr. Remi Chauvin tempat di seluruh dunia. Penghargaan harus diberikan kepada Dr. Aagaard atau "Mr. Propolis" yang menemukan cara memurnikan propolis tanpa kehilangan kandungan dan kualitasnya.

Dr. Chauvin percaya bahwa bahan alami dapat menyembuhkan semua penyakit. "kita cuma perlu berusaha menemukannya. Dengan penemuan propolis, suatu hari nanti kita akan bisa menghilangkan obat-obat berbahaya dan bahan kimia beserta efek sampingnya. Propolis bertindak dengan meningkatkan sistem ketahanan tubuh untuk melawan berbagai infeksi".

SUPLEMEN AJAIB UNTUK KESEHATAN MENYELURUH

Penelitian jangka panjang yang dilakukan oleh para ilmuwan dan ahli gizi di seluruh dunia telah membuahkan penemuan yang menakjubkan berkaitan dengan bahan alami yang menjanjikan harapan sebagai "obat mujarab",

Dikenali sebagai propolis, dihasilkan oleh lebah untuk memberikan perlindungan terhadap bakteri dan virus, Pada berbagai penelitian yang dilakukan dalam laboratorium serta rumah sakit- rumah sakit seluruh dunia, propolis telah terbukti sebagai obat yang unggul, Propolis menyediakan daya tahan terhadap penyakit yang mengancam kesehatan. Membantu dalam merawat tukak, artitis, selesma, penyakit musim dingin, penyakit saiuran pernafasan, entritis dan penyakit akibat radiasi, Penemuan awal ini baru mengungkapkan sebagian kecil dari potensi sebenarnya dari propolis. Propolis adalah salah satu suplemen yang sangat berkhasiat dan bermanfaat yang dapat menolong kesehatan.

PROPOLIS DAN MANFAATNYA BAGI KITA

Kita telah mengetahui bahwa propolis didapat dari resin yang dikumpulkan lebah dari kuncup, daun serta ranting muda pohon tertentu. Propolis didapatkan dari zat cair yang dikeluarkan oleh pohon tertentu untuk melawan infeksi dan menyembuhkan luka. Apa sebenarnya kandungan propolis yang menjadikannya sebagai obat yang amat berkhasiat ?

Seorang peneliti DR. K. Lund Aagaard, pakar propolis menyatakan: Propolis adalah salah satu bahan paling efisien yang dihasilkan lebah jika dilihat-dari sudut pandang bahan aktif utama yang didapat dari tumbuhan untuk manusia. Bahan utamanya ialah bahan bahan yang dikumpulkan dari kuncup pepohonan poplar. Lebah mencampur damar mentah yang diambil dari pepohonan dengan lilin dan zat cair dari perutnya untuk menghasilkan propolis. Hingga kini telah ditemukan 19 bahan aktif dalam propolis. Antara lain ialah : flavonoids, bitulene dan betulenol, isovanilin, resin, asam cafeic dan ferulic. "harus diingat bahwa bahan utama yang dikumpulkan oleh lebah menghasilkan propolis yang berbeda-beda" "walau begitu, bahan utama dalam propolis adalah asma, hanya jumlahnya yang berbeda"

Propolis mengandung 55%resin dan Palsem, 30% lilin, 10% minyak aromatik dan 5% bee pollen. Bahan Pahan ini mempunyai kemampuan menghancurkan bakteri sangat baik. Tidak menyebabkan efeksamping. Tidak seperti penisilin yang menyebabkan efek samping tertentu. Ini telah dibuktikan dalam pengujian yang di lakukan dalam 16 keadaan yang berbeda. (propolis biasanya berwarna coklat atau hijau kecoklatan. Mengeluarkan bau yang enak campuran bau kuncup poplar, madu, dan vanilla).

BIOFLAVONOID

Sebagai obat alami, khasiat propolis tergantung pada bahan utamanya yaitu bioflavonoids. Suatu zat berkhasiat yang memperkuat kerja vitamin-C, Bioflavonoid diketahui memulihkan sistem kapiler, memperbaiki saluran darah yang rapuh dan bocor, bekerja sebagai bahan pengembang dan perangsang kencing dan sangat penting untuk melawan penyakit. Dikalangan pengobatan modern, bioflavonoid diberi nama vitamin P.

KEGUNAAN BIOFLAVONOID.

Praktisi pengobatan herbal, Paavo Airola mengatakan dalam tiga puluh tahun belakangan ini, banyak proyek penelitian serta kajian klinis telah dilakukan tentang efek penyembuhan dari bioflavonoids. Lebih dari 500 penelitian tentang bioflavonoids telah diterbitkan dalam jumal kesehatan terkenal di seluruh dunia. Laporan klinis menunjukan bahwa terapi menggunakan bioflavonoids sangat berkhasiat dalam banyak keadaan seperti demam, reumatik, keguguran, hipertensi, gangguan sistem pernafasan, wasir, sirosis hati dll. Zat berkhasiat yang amat penting ini terdapat hanya dalam propolis. Para praktisi pengobatan di Eropa sering mendiskusikan tentang khasiat propolis (terutama karena kandungan bioflavonoids) sebagai pembasmi virus. Dalam suatu simposium Bent Havsteen, M.D. (sebelumnya dari Cornell university, kini di Jiel University, Jerman), memaparkan: Bioflavonoids dalam propolis memiliki khasiat perlindungan terhadap infeksi virus. Hal ini dapat dijelaskan sebagai berikut : dalam tubuh virus biasanya terbungkus protein, selagi selubung ini tidak pecah, virus tetap tak aktif dan tidak berbahaya. Kami mendapati enzim yang biasanya merusak selubung protein ini dapat dikaiahkan, sehingga virus tetap terkunci dalam selubung protein. Selubung protein tetap utuh dengan bantuan flavonoids dalam propolis. Flavonoids dalam propolis membuat virus menjadi tidak aktif. Keadaan membuat kita imunitas terhadap virus. Hanya biofiavonoids dalam propolis yang memberikan keadaan demikian. Dr Bent Havsteen menyatakan bahwa propolis memiliki efek penyembuhan karena adanya bioflavonoids.

TUKAK LAMBUNG.

Keadaan ini disebabkan oleh membran mukosa terkena infeksi dan membengkak. Nyeri dan suhu tubuh tinggi adalah keadaan yang biasanya terjadi. Hal ini terjadi karena senyawa yang bernama prostaglandin. Bioflavonoids dalam propolis mencegah pembentukan prostaglandin. Sehingga dapat meningkatkan sistem pertahanan tubuh terhadap tukak lambung dan penyakit musim dingin.

ANALGETIK ALAMI.

Dr Havsteen menyatakan "aksi bioflavonoids mirip dengan cara kerja aspirin. Kedua-duanya menghalangi pembentukan enzim.

Tetapi propolis lebih baik bila dibandingkan dengan aspirin, karena tidak memiliki efek samping. Kami memberi nama aspirin alami". Beliau menambahkan lagi bahwa bioflavonoids dalam propolis mencegah terbentuknya prostaglandin yang menyebabkan sakit dan demam, Banyak laporan yang menyatakan gejala penyakit menjadi hilang setelah mengkonsumsi propolis.

MERANGSANG SEKRESI INTERFERON.

Interferon adalah bahan protein asli untuk melawan banyak gangguan kesehatan. DR. Havsteen menjelaskan bahwa bioflavonoids dalam propolis bertindak merangsang sekresi interferon. Bioflavonoids merangsang sel darah putih atau limfosit untuk menghasilkan interferon, Dengan adanya zat ini daiam tubuh, banyak penyakit dapat diatasi.

MEREDAKAN ALERGI.

Propolis ialah sumber utama bagi histamin dan serotonin. Yaitu dua bahan yang diperlukan oleh tubuh untuk melawan alergi. Bila suatu gangguan terjadi, kelebihan zat ini dapat menyebabkan alergi. Keadaan ini seperti menikmati terlalu banyak sesuatu yang baik, Dr. Havsteen berkata histamin dan serotonin adalah hormon jaringan, Mereka berada dalam sel utama. Apabila zat pencetus alerg memasuki sel, kedua bahan ini kemudian keluar dengan banyak dan menyebabkan reaksi alergi. Hal ini dapat dicegah dengan cara menghalangi keluarnya histamin dan serotonin. Kami mendapati kebocoran ini dapat dihalangi oleh bioflavonoids dalam propolis. Bioflavonoids bertindak mencegah asam yang akan memecah masuk ke dalam sel, sehingga menghalangi zat yang akan mengakibatkan alergi. Satu lagi manfaat propolis daiam menciptakan kekebalan tubuh.

MASALAH PERIDENTAL (GUSI)

Masalah utama rongga mulut ialah, iritasi gusi dan jaringan lunak pada gigi. Bengkak dan pendarahan akan menyebabkan struktur tulang menjadi lemah, dan akhirnya gigi mudah tanggal. DR. Havsteen menyarankan penggunaan propolis karena bioflavonoids mencegah pembentukan prostaglandin yang mengakibatkan kerutan dengan cara ini pendarahan dapat di cegah. Bioflavonoid juga merangsang pembentukan enzim yang akan menguatkan dinding pembuluh darah pada gusi. Hal ini seperti mengunakan pedang bermata dua untuk melawan masalah mulut. Saya sarankan bagi siapapun yang mempunyai masalah mulut untuk menggunakan propolis dengan cara mengunyah lozenges propolis.

Kita telah membuktikan bahwa bioflavonoid dari propolis mampu meningkatkan kekebalan tubuh terhadap serangan pelbagai penyakit. Pernyataan ini hanya sebagian kecil dari potensi propolis. Sesunguhnya ada banyak lagi keajaiban propolis telah diketahui dan dipublikasikan.

KHASIAT PROPOLIS

Menurut Roy Kuspinel, M.D. Maitland, Florida, terdapat banyak khasiat penyembuhan dalam propolis, beliau Berkata: "Saya menyarankan propolis kepada banyak pasien saya sebagai suplemen yang aman. Apabila dikonsumsi secara teratur, propolis bekerja sebagai antibiotik yang melawan hampir semua penyakit tanpa efek samping berbahaya" Lebah-lebah bergantung kepada propolis selama 46 juta tahun. Tentu saja hal ini perkara yang benar, karena sarang mereka mengandung lebih sedikit bakteri dan lebih steril dibandingkan rumah sakit. Propolis sungguh menakjubkan.

SUMBER TENAGA.

John Diamond, M.D. Dari valley Cottage, New York dan President International Academy of Preventive Medicine, melihat beberapa manfaat dari propolis. "Dari semua suplemen yang telah saya uji, propolis lebah atau resin lebah didapati sangat bermanfaat bagi thiroid yang bergelartenagakehidupan" Propolis telah menjadi subjek bagi banyak penelitian di beberapa negara Eropa. Selama beberapa tahun propolis berkhasiat melawan bakteri, virus dan jamur. Kami mengetahui ini disebabkan propolis mengaktifkan kelenjar thiroid yang meningkatkan sistem imun. Ilmuwan mengakui pentingnya memiliki kelenjar thiroid yang kuat. Kelenjar ini terletak di pangkal leher, Pada thiroid terdapat limfosit yang sedang dibentuk, Limfosit memberikan kekebalan terhadap penyakit dan infeksi.

KHASIAT ANTI BAKTERI.

Ilmuwan terkenal dari Rusia, V.P. Kivalkina dalam majalah antibiotics, menjelaskan tentang pengujian khasiat anti bakteri dalam propolis. Beliau meneliti tentang khasiat dari 28 jenis propolis yang berasal dari Rusia, Bulgaria, dan Cekoslovakia. DR. Kivalkina menyatakan bagaimanapun cara propolis diambil, tetap memiliki khasiat tersendiri, dan tetap memiliki khasiat antibakteri walaupun setelah disimpan beberapa tahun.

MEMBERSIHKAN SEL DAN PEMBULUH DARAH.

Ilmuwan Eropa V. A. Balalykin melaporkan bahwa propolis mempunyai khasiat membersihkan sel darah, mengaktifkan dan menghacurkan bakteri berbahaya, Dalam banyak pengujian didapati propolis meningkatkan reaksi fagositosis. Suatu proses yang menggerakan sel darah putih untuk menyelubungi dan mencerna bakteri dan toksin. Proses ini kemudian dikeluarkan dari pembuluh darah. Hal ini adalah pembersihan mandiri dari sel darah. Propolis pada intinya merangsang dan mempercepat proses pencernaan staphylococci (bakteri penyebab keracunan makanan) dan meningkatkan pembersihan sel dan pembuluh darah, Propolis menyediakan reaksi penyembuhan.

MELAWAN FLU.

Ilmuwan N.R lojris dari USSR mendapati propolis memiliki efek melawan flu. Flu atau influenza ialah penyakit infeksi virus

yang umumnya menyerang rongga pernafasan. Menyebabkan demam, sakit kepala dan keletihan. Virus ini dapat menjadi berbahaya, terutama apabila menyerang paru-paru. DR. Lojris melaporkan bahwa ekstrak propolis memiliki efek pencegahan (therapeutic prophylactic benefit) bukan saja untuk flu tapi untuk penyakit lain yang disebabkan oleh virus.

MELAWAN INFEKSI VIRUS.

K A. Kuzmina seorang ilmuwan Uni Soviet menyatakan propolis memiliki efek memperkuat sistem pertahanan tubuh. Dengan propolis efek antivirus oleh fagositosis ditingkatkan. Kandungan protein Properdin yang melawan virus juga ditingkatkan dalam darah.

MELAWAN MASALAH GASTOINTESTINAL (USUS).

Propolis memberikan efek menyehatkan bagi lambung dan usus halus. Lambung dan usus sering mengalami tukak dan tumor. Para peneliti Sovyet mendapati propolis:

meningkatkan daya tahan terhadap

pembentukan tukak.

mempercepat penyembuhan jika terdapat

DR. F. D. Makarov melaporkan tentang penggunaan propolis terhadap beberapa pasien yang mengalami masalah gastrointestinal. Gejala penyakit seperti Mual, kolik, kurang nafsu makan, hiperacidity dan hipoacidity (kelebihan dan kekurangan asam lambung). Kepada mereka diberikan 20 tetes propolis 3 kali sehari.

HASIL:

Setelah 3 sampai 5 hari, semua pasien tidak merasakan rasa sakit. Asam lambung menjadi normal. Mual dan kolik hilang sepenuhnya. Begitu juga dengan pembengkakan hati dan tukak lambung dapat disembuhkan. Hal ini terjadi dalam waktu 10 sampai 12 hari. Pemakaian propolis secara teratur tiap harinya dapat memulihkan masalah usus secara alamiah.

FAKTA:

Para ilmuwan menegaskan "berdasarkan faktayangtelah dipublikasikan, kita dapat merumuskan bahwa propolis adalah obat alamiah yang berkhasiat antitoksik, antiradang, dan anestatis. Propolis juga dapat menstabilkan fungsi penyerapan dalam saluran cerna. Dapat diberikan bagi penderita tukak lambung dan usus."

MEMBANTU MENYELESAIKAN MASALAH KULIT.

Pakar dermatologi DR. T.V. Vinogradove dan DR. Zajceva menyatakan tentang kegunaan propolis yang- dapat menyembuhkan berbagai masalah kulit seperti masalah kulit dibagian muka, tengkuk, paha dan sebagainya. Sedikit perubahan juga terjadi pada ari-ari, alat kelamin dan kaki. Propolis bekerja dengan sangat baik terutama pada penderita neurodermatitis yang kronik.

PENYEMBUH KULIT PADA ANAK

Obat luar propolis telah digunakan sejak 1962 di K. A. Rachtuss Children's hospital, dan kini telah diakui mempunyai efek penyembuhan. Pasien-pasien yang mempunyai luka atau bayi yang memiliki masalah jaringan, telah di oleskan dengan obat luar propolis. Ilmuwan G.F Zabelina melaporkan bahwa propolis bekerja menghalangi pembengkakan dan menyembuhkan luka infeksi. Sebagai tambahan propolis juga meningkatkan pertumbuhan kulit baru. DR. Zelbalina juga menyarankan propolis untuk digunakan pada bagian kulit yang melepuh dan terkelupas.

PENYEMBUHAN DENGAN PROPOLIS

llmuwan dari seluruh pelosok dunia melaporkan penyembuhan secara dinamis dengan mengkonsumsi propolis. Seperti yang dilaporkan dalam American Chiroproctor.

PENYAKIT RADIASI.

Di institute of Radiology, Sarajevo, Yugoslavia sekelompok praktisi - pengobatan (I. Osmanagic, D. Beljenki, N Mavric) Merawat beberapa pasien yang mengidap komplikasi akibat radiasi. Pasien-pasien ini mengalami kerusakan hati yang serius, metabolisme protein yang sempurna, serta kesan dari sinar X dan Y Pasien-pasien tersebut diberikan propolis selama 2 bulan. Kelompok pasien dengan penyakit sama yang lain di beri obatplacebo. Hasilyang terlihat iaiah pasien yang mengkonsumsi propolis mengalami penurunan kerusakan hati dan sebagian sembuh sepenuhnya. Sedangkan pada pasien yang meminum obat placebo tidak nampak penyembuhan.

HIPERLIPIDEMIA.

DR. Fang Chu dari worker's Hospital, Lieyukang, distrik Kiangsu, RRC, telah memberikan propolis kepada penderita hiperlipidemia (kadar lemak tinggi dalam darah). DR. Chu memberikan 0,3g propolis 3 kali sehari selama 4 minggu. Uji klinis menunjukan kadar lemak darah dan memberikan efek sangat baik bagi penyakit ateriosklerosls atau penyakit jantung.

TUKAK.

DR. Franz Klemens Feiks dari Klosterneuburg, Austria, menyatakan mengunakan 5% ekstrak propolis untuk perawatan tukak. "Kami memasukan

5 tetes dalam air minum sebelum makan, tiga kali sehari. 7 dari 10 yang diberi propolis tidak lagi mengalami sakit. Setelah 10 hari, 6 dari 10 pasien tidak lagi nampak bekas luka". Sesuai penelitian DR. Feiks, pengunaan propolis bukan saja menyembuhkan penyakit tukak, tapi juga menyembuhkan bengkakdan luka dalam.

HERPES ZOSTER.

Penyakit ini adalah penyakit letusan pada kulit seperti kadas. Penyakit ini disebabkan oleh virus yang menyerang sistem saraf. Letusan pada kulit di daerah pusat saraf. Gejala awal iaiah munculnya lepuhan-lepuhan kecil diiringi rasa sakit. Dr. Feiks menyatakan, dia memberikan 5% campuran propolis, sekali sehari. Keseluruhan pasien (21 kasus) dilaporkan tidak lagi merasa sakit setelah 48 jam, dan rasa sakit tersebut tidak kambuh. 3 kasus mengalami rasa gatal cukup lama. Manfaat pengobatan didapat dengan cara mengoleskan propolis dibagian yang sakit.

SAHABAT WANITA.

Propolis dapat dianggap sebagai sahabat wanita, karena dapat membantu masalah ginekologi dan nyeri menstruasi. DR. LA. Brusilovski, DR. T.V. Vinogradova dan DR. G.P. Zajceva dari klinik Obstetik dan ginekologi, Crimean Medical Institute telah menggunakan propolis sebagai obat luar.

Dokter-dokter dapat merawat wanita-wanita yang mengalami masalah uterus, cervixs, dan masalah vagina, Mereka mengoleskan propolis pada bagian yang bermasalah. Daiam waktu 5 hari terdapat efek penyembuhan. Setelah 12 hari pasien seluruhnya telah sembuh. Terdapat juga pasien-pasien yang tidak menunjukan reaksi sama sekali, Keadaan ini sebenarnya tidaklah mengherankan mengingat setiap individu adalah berbeda. Obat luar propolis terbukti dapat menyembuhkan 98% dari penderita masalah kewanitaan, "Dalam kasus pembengkakan vagina dan pangkal rahim, pemakaian propolis pada tempat bermasalah menghilangkan tanda tanda trychomonadosis" Lapor DR. Henryk Suchy, M.D.

merawat pasien ini. BakteTm-tkononas Dilaporkan tanda-tanda infeksi pangkal rahim dapat hilang setelah tablet tersebut digunakan." DR. J. Osmanagic, DR. Mujezinovic dan DR. L. Porajcic menyatakan menggunakan propolis untuk merawat pelajar putri yang mengalam dysmenorrhoea (nyeri haid). Propolis didapati meringankan rasa sakit pada 50 dari 60 siswi. Obat luar propolis tidak menyebabkan efek berbahaya dan peradangan, Propolis dengan segera meredakan sel epitel yang bermasalah.

"Keadaan gatal dan kering yang dialami oleh penyakit wasir juga diredakan oleh propolis." Tidak mengherankan propolis di sebut sebagai "sahabat wanita."

HARAPAN BARU UNTUK PENGOBATAN KANKER.

Mitja Vosnjak, mantan Menteri Luar Negeri Yugoslavia dan mantan duta besar untuk Jerman Timur dan Austria menceritakan kisah Rudy seorang rekannya yang mengidap kanker,

Seorang telah membawa sebotol propolis cair. Dokter yang merawat beliau menyarankan untuk meminum 15 tetes propolis dengan air ½ jam sebelum makan, tiga kali sehari. Pasien hanya diberikan pengobatan dengan propolis. Setelah beberapa hari Rudy berkata, "tidak ada lagi sakit, tidak ada lagi kejang-kejang, dan tidak ada lagi pendarahan, memang propolis sungguh menakjubkan." Setelah enam minggu, selera dan berat badannya terus meningkat. Rudi dahulu mempunyai pipi yang merah, mata bersinar penuh gairah, bersemangat dan antusias dalam setiap langkahnya, "jauh lebih menakjubkan ialah Rudy mulai merencanakan masa depan dan mempunyai harapan untuk bekerja seperti semula, untuk mengantikan waktu 7 tahun yang beliau habiskan selama sakit." Propolis telah membantu menyembuhkan Rudy dari kanker dan / memberinya kesempatan kedua untuk hidup sehat.

OBAT NENEK MOYANG

Oleh karena propolis membentengi sarang lebah dari bakteri, prinsip yang sama boleh digunakan kepada pelbagai masalah kesehatan manusia. Propolis melindungi tubuh dan menghindari serangan penyakit. Berikut adalah sebagian manfaat dari pengunaan propolis.

SAKIT BIBIR DAN GUSI.

Campurkan beberapa tetes propolis ke dalam segelas air. Apabila dicampur dengan propolis, air akan berubah menjadi putih kekuningan. Minumlah campuran ini dua atau tiga kali sehari.

MEMAR.

Campurkan sedikit propolis dengan madu, kompreskan pada bagian yang memar dengan bantuan kapas atau kasa, Diamkan 1 malam. Ulangi hingga sembuh,

MELEPUH.

Teteskan beberapa tetes propolis di tempat melepuh. Bagian melepuh akan terasa sejuk dan akan sembuh dalam waktu singkat.

SAKIT TENGGOROKAN.

Teteskan beberapa tetes propolis di atas sekeping roti, lalu makan. Gunakan ia sebagai antibiotik alami. Propolis membantu menghancurkan mikroba dan virus penyebab penyakit ini.

ANTIBIOTIK ALAMI.

Gunakan propolis untuk setiap masalah yang memerlukan antibiotik. Kelebihannya ialah tanpa etek samping yang tidak diinginkan seperti antibiotik buatan. Anda akan menjadi lebih sehat karena propolis adalah "obat alami" dan "antibiotik alami". Anda juga dapat meredakan bengkakdengan propolis.

MASALAH KULIT.

Basahkan kapas dengan propolis dan usapkan dibagian yang bermasalah seperti jerawat, panu, kurap, dll. Ulang sesering mungkin terutama selepas mandi. Lebih baik kalau dibiarkan semalaman. Penyembuhan akan memakan waktu yang singkat.

HIDUNG TERSUMBAT.

Minum propolis dengan air sekurang kurangnya tiga kali sehari, Propoiis membantu memulihkan infeksi hidung, mengurangi ingus, melegakan rongga pernafasan untuk membebaskan pernafasan yang tersumbat.

MASALAH PERNAFASAN.

Untuk gatal tekak dan batuk kronis, campurkan beberapa tetes propolis dengan madu dan teh herbal. Minum beberapa kali sehari. Propolis membantu menghilangkan gatal tenggorokan dan anda akan bemafas dengan lebih lega.

PATAH TULANG.

Gunakan propolis sepanjang hari. Banyak laporan menyatakan propolis membantu-menyambung tulang seperti sedia kala.

MENINGKATKAN KEKUATAN FISIK.

Dalam bukunya "Miracle of Propolis" Mitja Vosnak, menyatakan sekumpulan pendaki gunung telah mencari sesuatu bahan yang dapat meningkatkan kekuatan mereka, Setelah memakan propolis, didapati mereka dapat mengarungi badai salju di kawasan pegunungan dengan penuh vitalitas. Untuk menghilangkan penat dan haus mereka minum air yang dicampur dengan madu dan propolis, "seorang dari mereka terjatuh dan mengalami cidera. Cidera ini dibasuh dengan campuran propolis dan didapati sembuh dengan cepat", Mereka juga mengoleskan propolis pada kulit untuk mencegah kulit terbakar dan kulit pecah-pecah.

Usaha ini terbukti berhasil.

Mereka berhasil naik ke puncak disebabkan tenaga yang lebih kuat karena propolis.

SELESMA DAN MASALAHNYA.

Penggunaan propolis dan produk lain dari lebah penting untuk perawatan sakit kerongkongan, batuk, selesma, tonsillitis, sinusitis, bau nafas serta infeksi mulut dan gusi. Dilaporkan seorang dokter di klinik Lubljana, Yugoslavia mempunyai seorang anak perempuan yang mengidap bengkak tonsil dan demam panas. Setelah dirawat dengan antibiotik biasa, demamnya bertambah kuat, dokter yang merawat pasien dengan penyakit yang sama memberitahu penggunaan propolis sangat baik untuk penyakit yang diderita. Isterinya yang mengetahui tentang khasiat propolis, kemudian memberikan permen yang direndam dengan propolis. Pengobatan ini diulang beberapa kali. Setelah 2 hari keadaan anak ini bertambah baik dan sembuh dalam waktu yang singkat, dengan kejadian inilah awal mula penelitian mendalam tentang khasiat ajaib yang dimiliki oleh antibiotik alami ini.

INFLUENZA.

Pada suatu masa di Sarajevo, serangan virus menyebabkan suatu wabah. Seorang doktor, DR. Izer Ismanagic dari University of Sarajevo, memilih 8 mahasiswa dan 5 dosen yang tidak memiliki tanda tanda influenza. Mereka memiliki risiko yang tinggi karena berhubungan dengan banyakorang, DR. Ismanagic mencoba membuat mereka kebai dengan memberikan propolis dan madu. Caranya ialah : makan campuran ini satu sendok teh setiap hari selama 40 sampai 50 hari. Dari kelompok ini terdapat hanya 9% yang terinfeksi. Ini membuktikan bahwa propolis bukan saja berfungsi sebagai antibiotik, tetapi juga menjadi sumber kekebalan dari penyakit.

PENYEMBUHAN KULIT.

Dr. Edith Lauda dari Austria meneliti tentang penggunaan propolis untuk masalah jerawat kronis dan masalah kulit lainnya. DR. Lauda telah beberapa kali memulihkan pasien-pasien beliau dengan menggunakan propolis. Satu kasus melibatkan seorang perempuan yang mengidap "acne conglobata" di dagunya selama 30 tahun, Penggunaan kemoterapi tidak membawa perubahan, Setelah 2 kali perawatan dengan propolis bengkak mulai berkurang. Seorang wanita lain yang berumur 40 tahun mengidap "acne pustulosa" memenuhi seluruh wajahnya. Penggunaan kemoterapi juga tidak membawa manfaat. Penyakit yang di derita ibu ini hilang sepenuhnya setelah menggunakan propolis selama 2 minggu.

MANFAAT-MANFAAT LAIN.

Protein dan produk lebah lain telah dilaporkan menyembuhkan benjolan tumor melindungi dari radiasi dan melegakan tenggorokan sehabis pembedahan tonsil. Propolis membantu memperkuat sel darah dan menyembuhkan luka akibat pembedahan. Propolis juga boleh diteteskan ke dalam mata untuk meredakan tekanan (intra ocular) mata. Di USSR dilaporkan penggunakan ramuan propolis untuk membantu pengobatan tubercolosis sendi.

Kita dapat menggunakan propolis sebagai suplemen harian untuk melindungi diri dari penyakit-penyakit infeksi. Propolis adalah bahan suplemen yang paling dibutuhkan tubuh.

SEDIAAN PROPOLIS

Propolis diambil dari sarang lebah, dibersihkan dan dimurnikan dengan proses dehidrasi yang diciptakan oleh DR. Aagaard, menggunakan suhu rendah untuk memastikan kesegarannya. Propolis ini kemudian di bungkus dalam kamar kedap udara.

Dalam hal ini udara luar tidak boleh masuk kedalam produk. Kemudian baru dibentuk sediaan.

Lozenges.

Bahan kemam dan manis yang sangat baik untuk sakit tenggorokan, melegakan batuk dan masalah pernafasan.

Kapsul.

Serbuk propolis yang dimasukan ke dalam kapsul gelatin.

Larutan (ticture) propolis.

Adalah campuran propolis dengan bahan pelarut. Menjalani proses penyulingan hampa udara suhu dingin yang mengeluarkan bahan pelarut dan meninggalkan propolis dan kandungan utamanya. Dapat digunakan sebagai bahan kumur untuk masalah tenggorokan.

Obat luar.

Campuran propolis kental untuk dioleskan pada bagian kulit yang bermasalah.

Tablet.

Seperti kapsul tetapi berbentuk tablet.

Pil.

Berbentuk lebih kecil dari tablet. Dapat dikunyah untuk mendapatkan efek maksimal.

Serbuk.

Digunakan untuk mudah dicampur dengan air minum atau jus.

Mudah digunakan dan menghasilkan khasiat dengan cepat.

Propolis dianggap sebagai anugerah Tuhan kepada manusia. Lebah menggunakan propolis dengan bermacam cara sebagai pertahanan untuk seiuruh penghuni sarang. Jika digunakan oleh manusia, propolis menjadi obat alamiah untuk melindungi manusia dari berbagai masalah yang mengancam kesehatan. Jadikan propolis sebagai suplemen anda dan anda akan menikmati kesehatan yang anda impikan.

KONKLUSI

Propolis yang diambii dari pohon tertentu dianggap sebagai bahan penting dalam pertahanan dan perlindungan lebah yang hidup berdesakan dalam satu koloni. Propolis telah membantu lebah selama lebih dari 45 juta tahun dalam sistem pertahanan dari serangan musuh. Melalui penelitian yang panjang para llmuwan telah menggunakan Propolis untuk memulihkan dan menyembuhkan berbagai masalah kesehatan di seiuruh dunia dan dengan sendirinya membuktikan bahwa propolis adalah penyembuh yang amat ampuh dan antibiotik yang dinamis Gunakan propolis sebagai supplement anda setiap hari, Propolis dapat membantu anda mewujudkan gaya hidup sehat alami.

Telah diuji dan sangat berkhasiat untuk penyakit sebagai berikut:

□ Darah tinggi □ Selesma □ Senggugut

□ Diabetes □ Penyakit kulit □ Sakit sendi

□ Asam Urat □ Ruam lampin □ Ketumbuhan

□ Asma □ Jerawat □ Sering keguguran

□ Migrain □ Sakit kerongkongan □ Lumpuh

□ Wasir □ Alahan □ Bisul

□ Sakit ginjal □ Kurang nafsu makan □ Kurang tenaga

□ Kanker □ Sembelit □ Kupan kronis

□ Tukak lambung □ Sakit Pasca melahirkan □ Angin ahmar

□ Gastritis □ Lemah otot □ Haid tidak teratur

□ Keracunan makanan □ Diare □ Kegemukan

□ Keletihan □ Sakit gigi □ Kurang darah

□ Lemah jantung □ Kanker gusi □ Taun

□ Lemah syahwat □ Keracunan □ Cacingan

□ Sengat/ bisa kaki □ Batuk kering □ Keputihan

□ Gangguan hati □ Kebotakan □ Kanker payudara

□ Paru-paru berair □ Mata berair □ Kanker rahim

□ Sinusitis □ Hidung berdarah □ Dan lain lain

□ Telinga bernanah □ Melicinkan muka

Kemungkinan efek tidak menyenangkan: Kemungkinan karena :

□ Mengantuk □ Masalah hati

□ Letih Dan Lelah □ Masalah di bagian dada

□ Pening Dan Sakit Kepala/Susah Tidur □ Tekanan darah dan masalah paru

□ Muntah □ Masalah pencemaan

□ Demam □ Darah Tidak Seimbang

□ Kentut □ Kepekatan Darah

□ Berkeringat □ Masalah Usus halus/besar

□ Diare □ Haba Dalam Badan

□ Sakit Tenggorokan Dan Kerongkongan □ Masalah Limpa

□ Nyeri Sendi □ Masalah Paru-Paru

□ Bengkak Pada Tubuh □ Masalah urat darah

□ Kotoran Berdarah □ Masalah Ginjal

□ Sembelit □ Proses perubahan kolesterol

□ Kencing Berbau □ Masalah urat mata

□ Susah Buang Air Kecil □ Masalah Hidung

□ Hipertensi □ Haid Berlebih

□ Kurang Nafsu Makan □ Nafsu Makan Bertambah

□ Gatal Urat Mata □ Gatal Hidung

Rabu, 29 Desember 2010

APA ITU PROPOLIS


Propolis Platinum merupakan propolis cair tanpa kandungan alkohol yang berasal dari negara Brazil dan dikenal sebagai propolis hijau terbaik yang dihasilkan di dunia. Propolis mengandung flavonoid dengan kadar tinggi, yang membantu meningkatkan sistem imun. Penurunan sistem imun menyebabkan tubuh mudah terserang penyakit. Pengunaan Propolis Platinum secara teratur akan membantu meningkatkan sistem imun. Flavonoid merupakan komponen tumbuhan yang memiliki sifat sebagai bahan-bahan antijamur, antibakteri, antivirus, antioksidan dan anti-inflamasi dengan berkualitas tinggi. Bisa digunakan untuk pengobatan diabetes melitus,stroke, hepatitis,kanker, hipertensi, tuberkulosis, batu ginjal, hiv / aids. Bisa dibeli online di www.binmuhsingroup.com. UNTUK PEMESANAN HUBUNGI BIN MUHSIN HP: 085227044550 Tlp: 021-91913103 SMS ONLY: 081213143797@MyYM @MyFacebook @MyTwitter @MyYuwie @MyFriendster binmuhsin_group@yahoo.co.id
===

APA ITU PROPOLIS?

Propolis atau Lem Lebah adalah suatu zat yang dihasilkan oleh lebah madu. Dikumpulkan oleh lebah dari pucuk daun-daun yang muda untuk kemudian dicampur dengan air liurnya, digunakan untuk menambal dan mensterilkan sarang. Propolis bersifat disinfektan (anti bakteri) yang membunuh semua kuman yang masuk ke sarang lebah. lebah meliputi sarangnya dengan propolis untuk melindungi semua yang ada didalam sarang tersebut dari serbuan kuman, virus, atau bakteri, misal: ratu lebah, telur, bayi lebah dan madu. Sifat disinfektan alami yang terkandung dalam propolis sangat ampuh dalam membunuh kuman, terbukti dengan ditemukannya seekor tikus dalam sarang lebah yang telah mati selama kurang lebih 5 tahun dalam keadaan tidak membusuk.

KEGUNAAN PROPOLIS

Kegunaan Propolis bagi manusia adalah :

§ Suplementasi; mengandung zat-zat yang dibutuhkan untuk membangun kekebalan tubuh dan mengaktifkan kelenjar Thymus. Zat-zat tersebut adalah :

§ Semua vitamin kecuali vitamin K.

§ Semua mineral yang dibutuhkan tubuh kecuali Sulfur.

§ 16 rantai Asam Amino Essensial yang dibutuhkan untuk regenerasi sel.

§ Bioflavonoid, yaitu zat anti oksidan sebagai suplemen sel. Menurut penelitian, kandungan Bioflavonoid pada satu tetes propolis setara dengan bioflavonoid yang dihasilkan dari 500 buah jeruk.

§ Pengobatan alami; mengandung zat aktif yang berfungsi sebagai obat untuk berbagai macam penyakit. Fungsi pengobatan meliputi hal-hal sebagai berikut :

§ Sebagai antibiotik, antiviral dan sekaligus antifungal alami tanpa efek samping.

§ Penyakit yang berhubungan dengan bakteri, misalnya : typhus, diare/muntaber dan sebagainya. Dapat juga untuk bau ketiak yang sangat mengganggu, karena di dalam lipatan ketiak terdapat bakteri atau jamur yang menyebabkan bau.

§ Penyakit yang berhubungan dengan virus, misalnya : demam berdarah, flu, TBC dan sebagainya.

§ Penyakit yang berhubungan dengan jamur, misalnya : eksim, panu, keputihan, ketombe dan sebagainya.

§ Anti peradangan (infeksi dan luka), misalnya : maag, luka luar, radang tenggorokan, sakit gigi, radang ginjal, lebam, luka bakar dan sebagainya.

§ Sebagai anti kanker dan mutagenesis sel, misalnya : kanker tumor, mium, kista dan sebagainya.

§ Berfungsi untuk membersihkan pembuluh darah dan detoksifikasi atau pembuangan racun, misalnya : asam urat, kolesterol, trigliserin, darah tinggi, jantung, stroke, diabetes mellitus dan sebagainya.

lemak-lemak (katarak) di mata bersih dengan propolis. [1]

PENDAPAT PARA AHLI TENTANG PROPOLIS

Berikut adalah pendapat para ahli tentang propolis dan kegunaan lain :

1. John Diamond MD; propolis mampu mengaktifkan kelenjar thymus yang berfungsi sebagai sistem imunitas tubuh.

2. Ray Kupinsel; propolis sebagai anti biotik alami yang mampu melawan berbagai macam penyakit tanpa efek samping

3. Profesor Arnold Becket; propolis mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit yang disebabkan oleh virus, bakteri dan jamur.

4. Russia Research Team (Tim Riset Rusia); Dalam propolis terdapat zat anti biotik alami dan anti viral, vitamin, asam amino, mineral yang sangat mujarab untuk penyakit mulut, tenggorokan.

5. Dr. Fang Chu (dokter di Lien Yu Kang Hospital Tiongkok); propolis berguna untuk penyakit kandungan lemak tinggi dalam darah dan untuk penyakit jantung.

6. Lembaga Riset Kanker Columbia, 1991; dalam propolis terdapat zat CAPE yang berfungsi mematikan sel kanker. Dengan pemakaian zat CAPE secara teratur selama 6 bulan dapat mereduksi kanker sebanyak 50%.

7. Majalah anti biotik VP Kivalkina; propolis sangat efektif untuk infeksi tanpa batas kadaluwarsa.

Propolis is a resinous mixture that honey bees collect from tree buds, sap flows, or other botanical sources. It is used as a sealant for unwanted open spaces in the hive. Propolis is used for small gaps (approximately 6 millimeters (0.2 in) or less), while larger spaces are usually filled with beeswax. Its color varies depending on its botanical source, the most common being dark brown. Propolis is sticky at and above room temperature (20° Celsius). At lower temperatures it becomes hard and very brittle.

PURPOSE

For centuries, beekeepers assumed[1] that bees sealed the beehive with propolis to protect the colony from the elements, such as rain and cold winter drafts. However, 20th century research has revealed that bees not only survive, but also thrive, with increased ventilation during the winter months throughout most temperate regions of the world.

Propolis is now believed to [2]:

1. reinforce the structural stability of the hive

2. reduce vibration

3. make the hive more defensible by sealing alternate entrances

4. prevent diseases and parasites from entering the hive, and to inhibit bacterial growth[3]

5. prevent putrefaction within the hive. Bees usually carry waste out of and away from the hive. However if a small lizard or mouse, for example, found its way into the hive and died there, bees may be unable to carry it out through the hive entrance. In that case, they would attempt instead to seal the carcass in propolis, essentially mummifying it and making it odorless and harmless.

COMPOSITION

The composition of propolis varies from hive to hive, from district to district, and from season to season. Normally it is dark brown in color, but it can be found in green, red, black and white hues, depending on the sources of resin found in the particular hive area. Honey bees are opportunists, gathering what they need from available sources, and detailed analyses show that the chemical composition of propolis varies considerably from region to region, along with the vegetation. In northern temperate climates, for example, bees collect resins from trees, such as poplars and conifers (the biological role of resin in trees is to seal wounds and defend against bacteria, fungi and insects). Poplar resin is rich in flavonoids. "Typical" northern temperate propolis has approximately 50 constituents, primarily resins and vegetable balsams (50%), waxes (30%), essential oils (10%), and pollen (5%). In neotropicalregions, in addition to a large variety of trees, bees may also gather resin from flowers in the genera Clusia and Dalechampia, which are the only known plant genera that produce floral resins to attract pollinators.[4] Clusia resin contains polyprenylated benzophenones.[5][6][7] In some areas of Chile, propolis contains viscidone, a terpene from Baccharis shrubs,[8] and in Brazil, naphthoquinone epoxide has recently isolated from red propolis,[9] and prenylated acids such as 4-hydroxy-3,5-diprenyl cinnamic acid have been documented.[10] An analysis of propolis from Henan, China found sinapic acid, isoferulic acid, caffeic acid and chrysin, with the first three compounds demonstrating anti-bacterial properties.[11] Also, Brazilian red propolis (largely derived fromDalbergia ecastaphyllum plant resin) has high relative percentages of the isoflavonoids 3-Hydroxy-8,9-dimethoxypterocarpan and medicarpin[12].

Occasionally worker bees will even gather various caulking compounds of human manufacture, when the usual sources are more difficult to obtain. The properties of the propolis depend on the exact sources used by each individual hive; therefore any potential medicinal properties that may be present in one hive's propolis may be absent from another's, and the distributors of propolis products cannot control such factors. This may account for the many and varied claims regarding medicinal properties, and the difficulty in replicating previous scientific studies investigating these claims. Even propolis samples taken from within a single colony can vary, making controlled clinical tests difficult, and the results of any given study cannot be reliably extrapolated to propolis samples from other areas.

MEDICAL USES

Propolis is marketed by health food stores as a traditional medicine,[13] and for its claimed beneficial effect on human health.

Natural medicine practitioners use propolis for the relief of various conditions, including inflammations, viral diseases, ulcers, superficial burns or scalds.[citation needed]

Propolis is also believed to promote heart health, strengthen the immune system and reduce the chances of cataracts.[14] Old beekeepers[citation needed] recommend a piece of propolis kept in the mouth as a remedy for a sore throat. Propolis lozenges and tinctures can be bought in many countries. Though claims have been made for its use in treating allergies, propolis may cause severe allergic reactions if the user is sensitive to bees or bee products.[15]

Some of these claims are being clinically investigated and several studies are published in the biomedical literature. Since the chemical composition of propolis varies depending on season, bee species and geographic location, caution must be applied in extrapolating results (as above).

As an antimicrobial

Depending upon its composition, propolis may show powerful local antibiotic and antifungal properties.[16]

As an emollient

Studies also indicate that it may be effective in treating skin burns.[17][18][19]

As an immunomodulator

Propolis also exhibits immunomodulatory effects.[20][21]

As a dental antiplaque agent

Propolis is a subject of recent dentistry research, since there is some evidence that propolis may actively protect against caries and other forms of oral disease, due to its antimicrobial properties.[22][23][24][25] Propolis can also be used to treat canker sores.[26] Its use in canal debridement for endodontic procedures has been explored in Brazil.[27]

As an antitumor growth agent

Propolis' use in inhibiting tumorigenesis has been studied in mice in Japan.[28]

Commercial uses

In musical instruments

Propolis is used by certain music instrument makers to enhance the appearance of the wood grain. It is a component of some varnishes and was reportedly used[29] by Antonio Stradivari.

In food

Propolis is used by some chewing gum manufacturers to make Propolis Gum.

References

1. ^ R Krell 1996. value-added products from beekeeping FAO AGRICULTURAL SERVICES BULLETIN No. 124 Food and Agriculture Organization of the United Nations Rome

2. ^ M Simone-Finstrom and M Spivak 2010. Propolis and bee health: the natural history and significance of resin use by honey bees Apidologie

3. ^ Walker, Matt (23 July 2009). "Honeybees sterilise their hives". BBC News. Retrieved 2009-07-24.

4. ^ Mesquita, R. C. G.; Franciscon C. H. (June 1995). "Flower visitors ofClusia nemorosa G. F. W. Meyer (Clusiaceae) in an Amazonian white-sand Campina". Biotropica 27 (2): 254–8. doi:10.2307/2389002. Retrieved 2008-05-17.

5. ^ Tomás-Barberán, F. A.; García-Viguera C., Vit-Oliviera P., Ferreres F., Tomás-Lorente F. (1993-08-03). "Phytochemical evidence for the botanical origin of tropical propolis from Venezuela". Phytochemistry 34(1): 191–6. doi:10.1016/S0031-9422(00)90804-5.

6. ^ Scott Armbruster, W. (September 1984). "The Role of Resin in Angiosperm Pollination: Ecological and Chemical Considerations".American Journal of Botany 71 (8): 1149–60. doi:10.2307/2443391. Retrieved 2008-05-17.

7. ^ Bankova, V. (February 2005). "Recent trends and important developments in propolis research". Evidence-based Compl. and Alt. Medicine 2 (1): 29–32. doi:10.1093/ecam/neh059. PMID 15841275.PMC 1062152. Retrieved 2008-05-17.

8. ^ Montenegro G, Mujica AM, Peña RC, Gómez M, Serey I & B N Timmermann 2004. Similitude pattern and botanical origin of the Chilean propolis. Phyton 145-154

9. ^ Trusheva, Boryana; Popova, Milena; Bankova, Vassya; Simova, Svetlana; Marcucci, Maria Cristina; Miorin, Patricia Laguna; Pasin, Flavia da Rocha & Tsvetkova, Iva (2006): Bioactive Constituents of Brazilian Red Propolis. doi:10.1093/ecam/nel006 Evidence-based Complementary and Alternative Medicine 3(2): 249–254

10. ^ Park YK, Alencar SM, Aguiar CL. 2005. Botanical origin and chemical composition of Brazilian propolis. J. Agric. Food Chem. 50:2502–2506

11. ^ Qiao Z, Chen R (August 1991). "[Isolation and identification of antibiotic constituents of propolis from Henan]" (in Chinese). Zhongguo Zhong Yao Za Zhi 16 (8): 481–2, 512. PMID 1804186.

12. ^ http://ecam.oxfordjournals.org/cgi/content/short/nem059v1

13. ^ http://www.promer.org/getdoc.php?docid=860

14. ^ Orhan, H.; Marol S., HepÅŸen I. F., Sahin G. (1999-12-06). "Effects of some probable antioxidants on selenite-induced cataract formation and oxidative stress-related parameters in rats". Toxicology 139 (3): 219–32.doi:10.1016/S0300-483X(99)00128-6. PMID 10647922.

15. ^ Brovko, T. E.; Kravchuk P. A. (July-August 1970). "Two cases of allergic reaction after administration of propolis drugs". Zh Ushn Nos Gorl Bolezn30 (4): 102–3. PMID 5503978.

16. ^ Orsi, R. O.; Sforcin J. M., Rall V. L. M., Funari S. R. C., Barbosa L., Fernandes JR A. (2005). "Susceptibility profile of Salmonella against the antibacterial activity of propolis produced in two regions of Brazil".Journal of Venomous Animals and Toxins including Tropical Diseases 11(2): 109–16. doi:10.1590/S1678-91992005000200003. Retrieved 2008-01-14.

17. ^ Gregory, S. R.; Piccolo N., Piccolo M. T., Piccolo M. S., Heggers J. P. (February 2002). "Abstract Comparison of propolis skin cream to silver sulfadiazine: a naturopathic alternative to antibiotics in treatment of minor burns". J Altern Complement Med. 8 (1): 77–83.doi:10.1089/107555302753507203. PMID 11890438.

18. ^ HoÅŸnuter, M.; Gürel A., Babucçu O., Armutcu F., Kargi E., IÅŸikdemir A. (March 2004). "The effect of CAPE on lipid peroxidation and nitric oxide levels in the plasma of rats following thermal injury". Burns 30 (2): 121–5.doi:10.1016/j.burns.2003.09.022. PMID 15019118.

19. ^ Ocakci, A.; Kanter M., Cabuk M., Buyukbas S. (October 2006). "Role of caffeic acid phenethyl ester, an active component of propolis, against NAOH-induced esophageal burns in rats". Int J Pediatr Otorhinolaryngol.70 (10): 1731–9. doi:10.1016/j.ijporl.2006.05.018. PMID 16828884.

20. ^ Brätter, C.; Tregel M., Liebenthal C., Volk H. D. (October 1999). "Prophylactic effectiveness of propolis for immunostimulation: a clinical pilot study". Forsch Komplementarmed. 6 (5): 256–60. PMID 10575279.

21. ^ Ansorge, S.; Reinhold D., Lendeckel U. (July-August 2003). "Propolis and some of its constituents down-regulate DNA synthesis and inflammatory cytokine production but induce TGF-beta1 production of human immune cells". Z Naturforsch [C]. 58 (7-8): 580–9.PMID 12939048.

22. ^ Botushanov, P. I.; Grigorov G. I., Aleksandrov G. A. (2001). "A clinical study of a silicate toothpaste with extract from propolis". Folia Med (Plovdiv) 43 (1-2): 28–30. PMID 15354462.

23. ^ Koo, H.; Cury J. A., Rosalen P. L., Ambrosano G. M., Ikegaki M., Park Y. K. (November-December 2002). "Effect of a mouthrinse containing selected propolis on 3-day dental plaque accumulation and polysaccharide formation". Caries Research 36 (6): 445–8.doi:10.1159/000066535. PMID 12459618.

24. ^ Duarte, S.; Rosalen P. L., Hayacibara M. F., Cury J. A., Bowen W. H., Marquis R. E., Rehder V. L., Sartoratto A., Ikegaki M., Koo H. (January 2006). "The influence of a novel propolis on mutans streptococci biofilms and caries development in rats". Arch Oral Biol. 51 (1): 15–22.doi:10.1016/j.archoralbio.2005.06.002. PMID 16054589.

25. ^ Park, Y. K.; Koo M. H., Abreu J. A., Ikegaki M., Cury J. A., Rosalen P. L. (January 1998). "Antimicrobial activity of propolis on oral microorganisms". Curr Microbiol. 36 (1): 24–8.doi:10.1007/s002849900274. PMID 9405742.

26. ^ Samet, N.; Laurent C., Susarla S. M., Samet-Rubinsteen N. (June 2007). "The effect of bee propolis on recurrent aphthous stomatitis: a pilot study". Clin Oral Investig. 11 (2): 143–7. doi:10.1007/s00784-006-0090-z. PMID 17285269.

27. ^ da Silva, F. B.; Almeida J. M., Sousa S. M. (April-June 2004). "Natural medicaments in endodontics - a comparative study of the anti-inflammatory action". Braz Oral Res. 18 (2): 174–9. PMID 15311323. Retrieved 2008-01-14.

28. ^ Sugimoto Y, Iba Y, Kayasuga R, et al (April 2003). "Inhibitory effects of propolis granular A P C on 4-(methylnitrosamino)-1-(3-pyridyl)-1-butanone-induced lung tumorigenesis in A/J mice". Cancer Lett. 193(2): 155–9. doi:10.1016/S0304-3835(03)00016-8. PMID 12706872.

29. ^ Gambichler T, Boms S, Freitag M (April 2004). "Contact dermatitis and other skin conditions in instrumental musicians". BMC Dermatol. 4: 3.doi:10.1186/1471-5945-4-3. PMID 15090069. PMC 416484.

SUMBER : http://id.wikipedia.org/wiki/Propolis